Tampilkan postingan dengan label Zionist - Kafir News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zionist - Kafir News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Oktober 2010

Biadab, Tentara Zionis Serang Rumah Sipil dan Membakar Al-Qur’an

TEPI BARAT (Arrahmah.com) - Tak puas dengan penyiksaan dan perusakan rumah milik penduduk Palestina, kini tentara Zionis Israel kembali berulah dengan membakar Al-Qur'an, kitab suci ummat Islam.

Tentara Zionis dilaporkan membakar Al-Qur'an saat melancarkan serangan tengah malam terhadap keluarga Palestina di Tepi Barat.

Shar Beida mengatakan pada Senin (25/10/10) bahwa ia dan putrinya dipisahkan dalam ruangan berbeda oleh tentara Israel yang menyerang rumahnya untuk menangkap suaminya, Ismail.

"Ketika saya keluar saya sangat terkejur menemukan Qur'an kami berada di tangga depan rumah telah hangus terbakar," ujarnya seperti yang dilansir AFP.

"Mereka mengambil Qur'an dari rumah kami dan membakarnya di gang depan rumah," ujar ibu berusia 40 tahun.

Lembaran-lembaran Al-Qur'an yang terbakar diperlihatkan kepada wartawan AFP yang mendatangi rumahnya.Militer Israel menolak untuk berkomentar terkait peristiwa ini.

Di awal bulan ini, di selatan Tepi Barat terdapat grafiti penghinaan terhadap Islam dan penghancuran mesjid dengan membakar Al-Qur'an dan sajadah di dalamnya.

Sebelumnya, di Amerika, seorang pendeta di Florida, Bob Old melakukan aksi pembakaran Al-Qur'an bersama rekannya. Beberapa hari setelah aksi penodaan itu dilakukan, sang pendeta mengalami kecelakaan tragis dan tewas di dalam mobilnya yang terbakar.

(haninmazaya/arrahmah.com)


Jumat, 27 Agustus 2010

Hugo Chavez: Senjata AS Penyebab Gempa Bumi di Haiti

Presiden Venezuela Hugo Chavez kembali melontarkan tudingan serius pada AS. Ia menengarai gempa bumi yang menimpa Haiti bukan gempa bumi biasa tetapi disebabkan oleh persenjataan milik AS. Menurut Chavez, gempa yang mengguncang Haiti tanggal 12 Januari kemarin adalah dampak dari uji coba "senjata tektonik" yang dilakukan AS.

Surat kabar Spanyol mengutip pernyataan Chavez yang mengatakan bahwa AS sedang "bermain-main menjadi Tuhan" dengan membuat senjata yang mampu menimbulkan dampak seperti yang ditimbulkan bencana alam seperti gempa bumi. Uji coba senjata "gempa bumi" itu, lanjut Chavez, dilakukan di lepas pantai Haiti sehingga menimbulkan gempa yang menewaskan 100.000 lebih penduduk Haiti.

Spekulasi bahwa gempa berkekuatan 7 skala Richter yang menimpa Haiti bukan gempa biasa, juga dilansir oleh banyak media massa di Venezuela yang menduga gempa itu kemungkinan ada hubungannya dengan proyek HAARP yang sedang digarap AS.

HAARP atau High Frequency Active Auroral Research Program adalah sebuah sistem yang bisa menimbulkan perubahan iklim yang drastis dan ganas. Pusat penelitian HAARP berada di Alaska yang diarahkan pada rekonfigurasi lapisan yang menyelubungi bumi, ionosfer untuk meningkatkan komunikasi satelit.

Kecurigaan bahwa AS sedang mengembangkan senjata "perusak lingkungan" bukan tanpa alasan karena mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen pada tahun 1997 pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang mengembangkan senjata "teroris" yang bisa mengubah kondisi iklim, menimbulkan gempa bumi, gunung meletus dan sejenisnya dengan menggunakan gelombang eleltromagnetik. (ln/prtv)

Zionis Disinyalir Curi Organ Tubuh Korban Haiti

Setelah disinyalir mencuri organ para syuhada Palestina, Israel juga disinyalir mencuri organ tubuh korban gempa Haiti

Disefit, a four-year-old victim of the earthquake, sits in a hospital in Port-au-Prince January 20, 2010. Medical care, handling of corpses, shelter, water, food and sanitation remain the priorities for the international operations, U.N. relief officials said a week after the magnitude 7.0 earthquake rocked Haiti.Hidayatullah.com--Salah seorang relawan asal AS mengungkapkan, Zionis Israel mencuri organ tubuh para korban gempa bumi di Haiti. Menurut laporan Kantor Berita Fars, relawan tersebut mengatakan, ‘saya bukan politikus, namun saya memiliki data yang membuktikan bahwa rombongan bantuan kemanusiaan yang dikirim departemen peperangan Israel ke Haiti dengan dalih membantu para korban telah mencuri organ tubuh mereka’.

Menurutnya, hal ini seperti yang dilakukan Israel terhadap warga Afrika Selatan dan jenazah para syuhada Palestina.

Karena itu, ia mengharapkan keluarga korban gempa di Haiti meneliti dengan seksama kondisi para korban saat menerimanya dari petugas.

Sebelumnya, bulan Agustus 2009 lalu, surat kabar ternama di Swedia, Aftonbladet, menurunkan sebuah laporan yang membuat media massa dan orang-orang Israel panik seperti kebakaran jenggot. Isinya tentang Israeli Defense Force (IDF) yang telah membunuh orang-orang Palestina, termasuk anak-anak, kemudian menjual organ mereka.

Awalnya Israel membantah. Namun tak lama, kejahatan Israel itu terkuak setelah munculnya pengakuan ahli patologi Yahudi.

"Kami mulai dengan mengambil kornea-kornea ... apapun yang dilakukan sangat rahasia. Tidak ada ijin yang diminta dari keluarga," kata ahli patologi Yehuda Hiss, mantan kepala Abu Akbar Center, yang juga dikenal sebagai L. Greenberg Institute for Forensic Medicine, kepada Nancy Sheppard-Hughes, yang sekarang menjadi profesor antropologi di Universitas California-Berkeley, sebagaimana ada dalam dokumen yang disiarkan televisi Israel Channel 2 pekan lalu.

Dokumentasi itu mengungkap, bahwa pada tahun 1990-an, ahli-ahli forensik memanen kornea, katup jantung dan tulang-tulang dari tubuh prajurit Israel, warga Israel, orang-orang Palestina dan pekerja asing. Yang seringkali dilakukan tanpa ijin dari keluarganya.

Hiss mengatakan, para dokter berusaha menutupi bahwa kornea telah diambil dari tubuh mayat.

"Kami mengelem kelopak mata. Kami tidak mungkin mengambil kornea dari keluarga yang kami tahu bahwa mereka akan membuka kelopak mata."

Bagian tubuh lain yang diyakini juga diambil dari mayat-mayat orang Palestina dan lainnya yaitu arteri jantung, tulang dan kulit.

"Kulit-kulit diambil dari tubuh mayat dan dibawa ke Rumah Sakit Hadasah di Yerusalem Barat, atas permintaan militer Israel untuk ditransplantasikan ke prajurit-prajurit yang luka, jaga-jaga jika ada bencana." kata Hiss.

Hiss mengungkapkan bahwa awal tahun 1990-an, dokter-dokter bedah militer mulai mengambil lapisan kulit tipis dari mayat untuk menyembuhkan korban luka bakar, yang katanya dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga.

[
irb/hid/www.hidayatullah.com]

Rabu, 25 Agustus 2010

Menginjak dan Mengejek Al-Quran, Felix Dituntut Satu Tahun Penjara

BEKASI – Terbukti menodai agama dengan cara menginjak-injak Al-Qur'an dan melecehkan Al-Qur'an dengan pose ‘fuck you,’ terdakwa penistaan agama Islam Abraham Felix Gradi (16), dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Tuntutan itu disampaikan jaksa penuntut umum Budhi Raharto, dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Bekasi, Selasa (24/8/2010) siang. Sidang dipimpin majelis hakim Agus Subekti, Cening Budiana, dan Burhanudin.

Menurut Jaksa Budhi, terdakwa melanggar Pasal 156A hurup A KUHP, tentang penodaan agama.

Felix terbukti menistakan Islam dengan bukti dua buah foto dengan pose yang melecehkan Al-Qur'an. Pose pertama, Felix menginjak kitab suci Al-Qur'an, sedang pose kedua memegang Al-Qur'an sambil mengacungkan jari tengah membentuk kode “fuck you” sebagai isyarat pelecehan.

Adegan yang menghina Al-Qur'an ini dilakukan dilakukan di sekolahnya, SMA Negeri 5 Pondok Gede Bekasi pada bulan Februari 2010 silam. Kedua pose itu dipotret oleh temannya, Yohanes Raditya dengan menggunakan kamera telepon genggam. Yohanes yang akrab disapa Joe ini adalah alumnus SMP Bellarminus Bekasi.

“Hal yang memberatkan dia menginjak Al-Quran.” Yang meringankan, terdakwa masih anak-anak, terdakwa tidak memiliki motif apa pun terhadap perbuatannya hanya semata-mata bergaya, terdakwa menyesali perbuatannya, dan telah dikeluarkan dari SMA Negeri 5 Kota Bekasi. Terdakwa juga masih bisa dididik menjadi lebih baik.

Meski dituntut tidak terlalu berat, Felix tampak kaget mendengarkan tuntutan masa hukuman itu. Sebab, masa percobaan lebih lama dari tuntutan masa kurungan. “Umumnya percobaan itu enam bulan,” kata siswa yang sudah didepak dari sekolahnya itu.

Menurut Budhi, tuntutan itu diajukan ke majelis hakim sesuai masukan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia akan pikir-pikir dulu soal tuntutan itu. Pada persidangan sebelumnya, Abraham menyatakan menyesali perbuatannya. “Saya tidak menyangka bakal jadi ramai seperti ini,” katanya. Sidang akan dilanjutkan pada Kami (26/8) nanti, dengan agenda pembelaan terdakwa.

Melecehkan Al-Qur'an Karena Iseng?

Hari Jum’at pada bulan Februari 2010, salah satu sudut kelas SMAN 5 Bekasi siang itu sepi. Para siswa tengah sibuk menyiapkan diri menghadapi English Contest di sebuah ruangan khusus. Kelas pun kosong melompong. Kesempatan itu dimanfaatkan Abraham Felix Grady dan Yohanes Raditya, siswa kelas II untuk menuangkan hobi mereka berekspresi.

’’Itu hari Jumat pada sibuk nyiapin English Contest. Lihat kelas kosong, ya terus foto-foto kayak gitu,’’ ungkapnya yang mengaku saat itu juga langsung meminta hasil jepretan Joy, panggilan temannya, dihapus.

Putra pasangan Riana Sihombing dan Samrick P. Tampubolon itu, kini dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun dalam kasus penistaan agama yang dilaporkan MUI Kota Bekasi awal Mei lalu. MUI melaporkan blog http://www.belarrminus-bekasi.blogspot.com yang dinilai telah meresahkan umat Islam. Dalam blog itu Felix terekam tengah menginjak sebuah kitab suci.

Felix pun menyesali perbuatannya dan mengaku kapok. "Aku nggak nyangka bakal rame kayak gini, aku betul-betul minta maaf,” ujar remaja dengan postur 186 cm ini.

Penyesalannya bukan tanpa alasan. Sejak kasus itu mencuat di SMAN 5, pihak sekolah langsung mendepaknya. Bahkan setelah didepak dari sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) itu, menurut ibunya, Riana Sihombing, Felix sudah tak lagi diterima di sekolah manapun yang mengetahui kasus tersebut.

“Aku pengen lanjutin sekolah. Nggak enak banget kayak gini. Hatiku sakit, nggak bisa ngapa-ngapain,” cetus pelajar yang bercita-cita ingin menjadi dokter bedah itu.

Dia menyebut foto-fotonya dalam kelas kosong itu sebagai aksi gila. ’’Waktu bikin foto-foto itu, cuma iseng-iseng aja. Aku nggak nyangka akan seperti ini, bener-bener nyesel dan kapok,” sesalnya. (voi/arrahmah.com)

Rabu, 18 Agustus 2010

Keji, Tentara Zionis Berpose Bersama Muslim Palestina Yang Mereka Bunuh


TEL AVIV - Setelah sebelumnya beredar foto tentara Zionis bersama tahanan Muslim Palestina yang ditutup matanya serta diborgol, kini foto-foto baru yang memperlihatkan betapa tentara Zionis tidak memiliki hati nurani, mereka berpose bersama Muslim Palestina yang telah meninggal dunia akibat ulah brutal tentara laknat tersebut.

Foto-foto tersebut diambil oleh tentara Zionis Israel dan penjaga perbatasan.

Gambar tersebut dipublikasikan oleh kelompok HAM Israel, Breaking the Silence dalam situs jejaring sosial, Facebook pada Selasa (17/8/2010) yang memperlihatkan tentara Zionis tersenyum di hadapan jenazah Muslim Palestina.

Ffoto-foto seperti ini sebelumnya juga pernah beredar di internet yang memperlihatkan kekejaman dalam penjara Guantanamo yang diambil oleh tentara kafir AS.

Hingga saat ini terdapat sekitar 7.000 tahanan Muslim Palestina di penjara Israel, termasuk kaum perempuan dan anak-anak. Mereka mendapat perlakuan kasar dan harus menghabiskan waktu dalam sel yang sangat minim fasilitas. Tidak jarang para tahanan mengalami sakit, namun mereka tidak mendapat hak pengobatan.

(haninmazaya/arrahmah.com)

Minggu, 15 Agustus 2010

Pengakuan Tentara AS, Penembak Jitu Menjadi Musuh Terbesar di Marjah



Ketika ribuan tentara penjajah AS masuk ke wilayah pusat kota Marjah, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi ledakan bom ranjau yang telah ditanam diberbagai tempat oleh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Ternyata, Mujahidin tidak hanya mengandalkan serangan bom ranjau dalam pertempuran besar di Marjah, Mujahidin IIA menyebar penembak jitu mereka ke berbagai tempat untuk menargetkan tentara salibis AS dan sekutunya.

Kopral Thomas Gibbsons-Neff (22), seorang penembak jitu dari Darien, Connecticut, menghabiskan hari dalam posisi tunggal di desa Koru Chareh di kota Marjah, matanya selalu membidik senjatanya untuk menunggu Mujahidin yang mungkin akan melintas dihadapannya.

"Kami tidak pernag mengalami ancaman seperti ini, musuh sangat terlatih. Pada tahun 2008 sangat berbeda dengan saat ini," ujar Gibbsons-Neff yang juga pernah ditempatkan di Helmand pada 2008.

Tentara tersebut enggan menggunakan sitilah "penembak jitu" merujuk kepada Mujahidin IIA, dan lebih suka menyebut mereka "penembak jitu terlatih" karena keterampilan mereka sangat jauh membaik sejak tahun lalu.

Peluru kosong ditemukan berserakan di luar mesjid, Gibbons-neff meyakini seorang penembak jitu yang menggunakannya pada satu posisi di desa Koru Chareh.

Ketika Batalion pertama dari perusahaan Bravo dimana Gibbons-neff menjadi salah satu anggotanya tiba di Marjah, mereka menghadapi serangan langsung dari Mujahidin IIA dari segala arah. Setelah mengangkut jenazah rekan mereka di hari pertama, sangat jelas terlihat bahwa bahaya di Marjah bukanlah bom, namun pejuang terlatih yang dilengkapi dengan perlengkapan sangat baik.

"Mereka pasti lebih terlatih dari yang saya pikirkan," ujar Tim Coderre, seorang penasehat hukum untuk perusahaan Bravo yang digunakan untuk regu penembak jitu di Irak.

Semua korban dari perusahaan Bravo sejauh ini merupakan hasil dari penembak jitu IIA. Coderre pernah menemukan seorang penembak jitu dari kelompok Mujahidin dan mengatakan ia melihat penembak jitu tersebut membawa senapan yang pernah digunakan dalam Perang Dunia Kedua.

"Membandingkan ini dengan Irak, aku sangat terkejut dengan akurasinya. Sangat mampu dan mahir, sebuah tim, dua orang, bisa dibayangkan menekan besarnya kelompok tiga perusahaan," ujar Coderre.

Sementara tembakan para penembak jitu membuat tentara musuh terkejut dan membuat banyak orang menyangka IIA memiliki latihan khusus yang sangat disiplin untuk para penembak jitu mereka, Mujahidin juga masih menggunakan bom ranjau yang menjadi ciri khas dan telah menyebabkan banyak kematian tentara penjajah dalam perang tersebut.

"Operasi ini menjadi semakin hiruk-pikuk, bom ranjau dimana-mana dengan jenis yang berbeda, seperti pertahanan Taliban dan sebuah langkah untuk menghalangi kami masuk. Dan kini mereka menyebar penembak jitu untuk lebih menyakiti kami," ujar Staf Sersan Thomas Williams dari Kanada, seorang penembak jitu saat di Irak.

(haninmazaya/arrahmah.com)




Selasa, 10 Agustus 2010

NATO mencari cara untuk kabur dari Afghanistan

nato_Kanada_di_afghanistan.jpgBratislava-Pada pertemuan terakhir, para menteri pertahanan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO), hari Jumat di ibukota Slowakia, Bratislava.

Para menteri mengadopsi strategi untuk melarikan diri dari Afghanistan, dengan dalih mempersiapkan aliansi untuk transisi di Afghanistan, yang mereka sebut dengan “tahap keempat dari ISAF”, atau yang disebut fase bangsa Afghanistan.

Pertemuan tu menghasilkan dua rekomendasi penting: memprioritaskan perlindungan warga sipil dari sekarang dan seterusnya dari pada terus mengejar Taliban, dan memprioritaskan pembentukan tentara dan polisi Afghanistan yang mampu menggantikan pasukan internasional.

Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen menegaskan strategi ini dengan mengatakan: “Satu-satunya solusi agar Afghanistan tidak menjadi surga bagi kelompok teroris adalah memperkuat perlawanan terhadap mereka. Dan hal itu dapat dicapai dengan sesegera memulai masa pengalihan tanggung jawab militer kepada pasukan Afghanistan setelah masa transisi, dari satu kawasan ke kawasan yang lain, dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Sehingga dalam hal ini memerlukan sumber daya manusia dan keuangan. Karenanya, perlu untuk mengirim lebih banyak pelatih untuk mendukung pasukan Afghanistan.”

Strategi ini dirancang setelah pasukan NATO di Afghanistan putus asa dari mimpi untuk bisa mengalahkan Taliban setelah lebih dari delapan tahun sejak invasi.

Rekomendasi ini sesuai dengan keinginan masyarakat di Barat, yang melihat pertingnya menarik diri dari Afghanistan, di mana The Christian Science Monitor mencatat bahwa jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Amerika sekarang percaya bahwa perang di Afghanistan tidak memberikan keuntungan apapun, dan apa yang didapat tidak sebanding dengan pengorbanannya.
(AR/MU)ansharuttauhid

Senin, 09 Agustus 2010

Tiga Tentara ISAF Tewas Kena Ranjau di Afghanistan Selatan

Dua bom pinggir jalan telah menewaskan tiga tentara koalisi pimpinan Amerika di Afghanistan selatan, di tengah serangan yang semakin meningkat terhadap pasukan asing di negara yang dilanda perang tersebut.

International Security Assistance Force (ISAF), pasukan koalisi NATO, menyatakan jumlah korban tewas terbaru pada hari Minggu.

Namun, Aliansi militer pimpinan AS itu tidak mengungkapkan kebangsaan tentara dan lokasi yang tepat dari insiden.

Meningkatnya kekerasan terhadap pasukan asing selama bulan Juli membuatnya sebagai bulan paling mematikan bagi pasukan koalisi pimpinan Amerika yang ditempatkan di Afghanistan sejak dimulainya perang pada tahun 2001.

Para korban terbaru menjadikan jumlah keseluruhan pasukan asing tewas di Afghanistan tahun ini menjadi 425.

Sebelumnya pada hari Sabtu, lima tentara koalisi termasuk dua tentara Denmark tewas di provinsi Helmand selatan, setelah tank mereka diledakkan oleh bom pinggir jalan.

Jumlah korban dan kebocoran ribuan dokumen militer AS mengenai perang di Afghanistan menurunkan secara drastis dukungan publik di Eropa dan Amerika Serikat untuk perang berkepanjangan selama sembilan tahun.

1.300 warga sipil telah tewas sejauh tahun ini, menurut Komisi Independen Hak Asasi Manusia Afghanistan. Warga sipil telah menjadi korban utama kekerasan di Afghanistan, khususnya di provinsi bagian selatan dan timur.

[muslimdaily.net/ptv]

Bocorkan Video Serangan Irak Pada WikiLeaks, Tentara AS Dipenjara

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Seorang tentara AS yang ditugaskan di Irak telah ditangkap atas tuduhan membocork an video penyerangan pada Wikileaks, tahun lalu.

Rekaman video dari kokpit helikopter menunjukkan serangan udara mematikan 2007 di ibukota Irak yang menewaskan 12 warga sipil termasuk dua wartawan dari kantor berita Reuters.

Bradley Manning (22) ditangkap bulan lalu setelah dia dilaporkan membuat pernyataan bahwa dirinya memiliki informasi, termasuk video dan sejumlah data diplomatik AS.

Militer AS dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Manning, yang pernah ditempatkan di pangkalan militer AS dekat Baghdad, tengah berada dalam kurungan pra-sidang di Kuwait karena diduga merilis informasi rahasia.

Tindakan Manning yang membongkar informasi rahasia pembantaian militer AS di Irak dan berbagai pembicaraan diplomatik AS pada Wikileaks pertama kali dilaporkan oleh Wired.com.

Bryan Whitman, jurubicara Pentagon, mengatakan timnya sedang menyelidiki tuduhan apakah benar Manning menyediakan video dan 260.000 rekaman pembicaraan rahasia diplomatik pada Wikileaks.

"Saya pikir itu sebabnya Divisi Investigasi Kriminal harus teliti dalam menyelidiki hal ini," kata Whitman di Washington, dikutip Al Jazeera pada Selasa (8/6).

Wired mengatakan bahwa pemuda asal Maryland itu ditangkap hampir dua minggu yang lalu oleh Divisi Investigasi Kriminal Angkatan Darat AS di pangkalan Hammer, 64 kilometer sebelah timur laut dari Baghdad.

Philip Crowley, juru bicara departemen luar negeri AS, menyatakan pihaknya akan serius menangani kebocoran dokumen itu.

Wikileaks, sebuah situs web yang menerbitkan dokumen-dokumen dari sumber yang dirahasiakan, merilis sebuah rekaman serangan helikopter Apache di Baghdad pada bulan April lalu. Wikileaks hanya melansir bahwa pihaknya memperoleh video tersebut dari sumber militer AS dan tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Dalam Twitter-nya, Wikileaks mengungkapkan bahwa "tuduhan yang dimuat dalam Wired bahwa kami telah dikirim 260.000 rekaman kedutaan AS, adalah tuduhan yang tidak benar."

"Harusnya Manning disebut sebagai seorang pahlawan jika dia benar-benar telah membocorkan dokumen rahasia tersebut," lanjut Wikileaks.

Manning dilaporkan mengatakan dia telah membocorkan dokumen lainna pada Wikileaks, termasuk video terpisah dari serangan udara di Afghanistan tahun 2009, lapor Wired.

Wired juga melaporkan Manning telah berhubungan dengan mantan hacker Adrian Lamo. Atas laporan itu, Lamo langsung diteror oleh penyelidik militer AS dan agen FBI.

(althaf/arrahmah.com)

Rabu, 04 Agustus 2010

Komando Elit Israel Tutup Akun Facebook, Takut Kedoknya Terbongkar

TEL AVIV – Israel memerintahkan para prajurit mereka dari pasukan khusus Komando 13 dari Korps Marinir Israel menutup akun mereka yang ada di situs jejaring sosial Facebook.
Perintah itu dikeluarkan setelah Israel khawatir identitas pasukan Angkatan Darat dan Komandonya yang turut serta dalam operasi pembantaian armada kapal Freedom Flotilla akan terbongkar.

Menurut keterangan sejumlah sumber Israel, ada kekhawatiran yang semakin memuncak di kalangan pasukan Angkatan Darat dan Komando bahwa ada beberapa aktivis perdamaian yang memotret para anggota pasukan Israel yang memiliki akun Facebook.

Israel khawatir identitas mereka akan terbongkar setelah foto-foto itu dibandingkan dengan foto yang ada di halaman akun Facebook sang prajurit.

Sumber-sumber itu menambahkan bahwa identitas para personel anggota Unit Khusus Komando 13 tidak diketahui, bahkan bagi publik Israel. Israel tidak memperbolehkan mereka menceritakan mengenai seperti apa pekerjaan mereka di Angkatan Laut Israel, jadi hal itu tidak memungkinkan nama atau foto mereka tersebar.

Tapi, ada beberapa di antaranya yang – seperti halnya akun Facebook Israel lainnya – memajang foto para anggota asli. Untuk alasan itulah semua prajurit diperintahkan untuk menutup akun Facebook mereka karena khawatir identitas mereka yang terlibat pembantaian kapal akan terungkap.

Tahun lalu, sejumlah pemuda dari sebuah universitas Israel membuat aplikasi khusus yang menggunakan status Facebook untuk propaganda pencitraan dan mengirim informasi kepada ribuan pengguna mengenai hal-hal positif tentang Israel.

“Kami menyadari bahwa jaringan sosial berpengaruh pada orang-orang dari berbagai penjuru dunia, tidak hanya di Israel,” kata Maya Epstein, koordinator Israpedia, tim yang bertanggung jawab atas aplikasi tersebut, yang dilahirkan di Botswana.

Israpedia secara otomatis menggantikan hal-hal umum yang dianggap menarik dengan hal-hal seputar Israel.

“Para pengguna Facebook bisa menumpuk di atas status Israpedia dan menulis apa yang meeka inginkan,” kata Eyal Lapidot yang dilahirkan di New York dan juga merupakan anggota tim Israpedia.

“Jika status pengguna tidak berubah selama dua hari, aplikasi Israpedia akan menggantinya dengan sebuah fakta mengenai Israel,” kata Lapidot.

Sebelumnya, Israel mengatakan akan memimpin penyelidikan sendiri terhadap pembantaian armada bantuan kemanusiaan Gaza, mengabaikan tuntutan komunitas internasional agar meluncurkan penyelidikan internasional.

Menteri Benny Begin mengatakan kepada radio Israel bahwa penyelidikan tersebut hanya akan mencari tahu legal tidaknya serangan tanggal 31 Mei tersebut, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak agar dilakukan pemeriksaan internasional terhadap serangan tersebut.

21 Pemimpin dari Rusia, Iran, dunia Arab, dan Asia bergabung dalam konferensi di Istanbul minggu lalu untuk mengecam serangan Israel.

Pasca pembantaian, Israel, yang merasa malu dengan serangan berdarah yang dilakukan Angkatan Lautnya terhadap kapal bantuan kemanusiaan yang mengarah ke Gaza, langsung menyebarkan propaganda informasi palsu dan kebohongan guna membenarkan pembantaian yang dilakukan pasukan Zionis.

Puluhan orang dibunuh dan mengalami luka-luka ketika unit khusus Angkatan Laut Israel menyerbu dan menembaki sebuah kapal asal Turki.

Kapal Kebebasan Gaza Flotilla megangkut ratusan aktivis perdamaian yang berasal dari 50 negara lebih, mereka menentang pengepungan Israel terhadap Jalur Gaza yang dilakukan tak ubahnya seperti Nazi.

Serangan kriminal nyata terhadap kapal sipil tersebut telah memicu reaksi keras dan amarah dari seluruh penjuru dunia, puluhan negara mengecam serangan tersebut dan menyatakannya sebagai kejahatan pembajakan.

(suaramedia)

New York Times : Pembangunan Pemukiman Yahudi Didanai Pajak AS

Rata PenuhWASHINGTON – Surat kabar New York Times memberitakan dalam edisi hari Selasanya (6/7) bahwa Internal Revenue Service (IRS), badan pajak AS, bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membantu Israel membangun pemukiman di Tepi Barat, mengklaim bahwa mereka adalah badan amal dengan tujuan untuk menerima bantuan negara.

Surat kabar itu mengatakan telah mengidentifikasi setidaknya 40 kelompok Amerika yang mengumpulkan lebih dari 200 juta dolar sumbangan bebas pajak untuk pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam satu dekade terakhir.

Dana itu awalnya disisihkan untuk pembangunan sekolah, sinagog, pusat rekreasi dan semua pengeluaran legal di bawah undang-undang perpajakan, ujar kantor berita New York Times, seraya menambahkan bahwa sumbangan itu juga digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang diragukan keabsahannya, seperti perumahan, anjing penjaga, rompi anti peluru, teropong senapan, dan kendaraan untuk menjaga pos luar di wilayah pendudukan.

Dalam beberapa hal, hukum pajak Amerika lebih ringan daripada Israel. Pos-pos luar menerima sumbangan bebas pajak – beda dari pembangunan pemukiman yang dibiayai oleh pemerintah Israel – merupakan hal yang ilegal menurut hukum Israel. Satu dekade lalu, Israel mengakhiri keringanan pajak untuk kontribusi bagi kelompok-kelompok yang didedikasikan secara eksklusif untuk pembangunan pemukiman di Tepi Barat.

Penggunaan badan amal untuk mempromosikan tujuan kebijakan luar negeri bukan hal yang baru atau unik, Amerika juga mengambil keringanan pajak dalam memberi sumbangan untuk kelompok-kelompok pro-Palestina. Tapi sumbangan untuk pemukiman itu terlihat mencolok karena sentralitas isu pemukiman dalam perundingan saat ini dan fakta bahwa Washington telah konsisten menolak untuk mengijinkan Israel membelanjakan bantuan pemerintah Amerika untuk pemukiman.

“Ini merupakan masalah,” ujar seorang pejabat Departemen Luar Negeri. “Samasekali tidak membantu bagi upaya yang sedang berusaha kita lakukan.”

Daniel C. Kurtzer, duta besar AS untuk Israel mulai tahun 2001 sampai 2005, menyebut isu itu sensitif politik. “Ini memusingkan kita,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa meskipun sumbangan pribadi tidak bisa memelihara perusahaan pemukim sendiri, “beberapa ratus juta dolar membuat perbedaan yang besar, dan jika difokuskan dengan hati-hati bisa menciptakan realita baru di lapangan.”

Sebagian besar sumbangan mengalir ke pemukiman besar dan mapan yang dekat dengan perbatasan Israel yang kemungkinan besar akan dianeksasi dalam kesepakatan damai, sebagai ganti untuk tanah di tempat lain. Jadi sumbangan ini mengurangi kekhawatiran daripada uang untuk pos-pos luar dan pemukiman terisolir yang dihuni oleh pemukim militan. Bahkan sumbangan dalam jumlah kecil pun menambah permanensi mereka.

Contohnya, ketika otoritas Israel menunda rencana untuk rumah-rumah permanen di Maskiot, sebuah pemukiman kecil di dekat Yordania, di tahun 2007, dua lembaga nirlaba Amerika – One Israel Fund dan Christian Friends of Israeli Communities – mengumpulkan puluhan ribua dolar untuk membantu mendirikan bangunan-bangunan temporer, menjaga komunitas itu tetap bertahan sampai pemerintah mencabut larangan pembangunan.

(suaramedia)

Penduduk Afghan Berang Setelah Tentara Salibis NATO Merobek Al-Qur’an

URUZGAN Arrahmah.com) - Aksi massa digelar di kota Tarin Kot, provinsi Uruzgan setelah terjadi insiden perobekan Kitab Suci Al-Qur'an yang dilakukan oleh tentara salibis NATO. Pusat kota ditutup, dan para saksi mengatakan bahwa demonstran turun ke jalan menuju pasar untuk berunjuk rasa, Kamis (29/7/2010).

Lebih dari tiga ratus orang berunjuk rasa menentang tentara pendudukan. Menurut seorang pemimpin masjid, tentara pendudukan merobek kitab suci umat Islam tersebut.

Upaya beberapa orang untuk mengambil Al-Quran yang dirobek-robek itu digagalkan oleh polisi boneka.

Insiden ini bermula dari operasi militer yang digelar oleh NATO pada Rabu (28/7) di Lembah Mirabath. Menurut seorang jurnalis Afganistan, perobekan Al-Quran terjadi setelah seorang warga melakukan perlawanan.

Namun otoritas setempat menuduh, ini hanyalah 'propaganda’ Mujahidin Iamrah Islam Afghanistan untuk merusak nama tentara pendudukan.

Juru bicara tentara Belanda membenarkan, saat ini ada demonstrasi di Kota Tarin Kot memprotes perobekan Al-Quran oleh tentara NATO.

"Tentu saja kami selalu menanggapi dengan serius insiden seperti itu. Kami sama sekali tidak mendukungnya."

Tahun 2009 lalu, warga Afghan juga sempat berang setelah ada kabar pasukan Barat membakar salinan Al-Quran.

Kerumunan yang terdiri dari sekitar 1.000 demonstran, terutama mahasiswa, berbaris melalui jalan-jalan Kabul sebelum berkumpul di depan gedung parlemen nasional dan melemparkan batu ke arah polisi antihuru hara serta kendaraan lapis baja yang menghalangi mereka untuk turun ke jalan.

Para demonstran dan hampir semua orang, bernyanyi: ‘Mati untuk Amerika!’, sementara mereka membakar boneka Obama dan sebuah bendera AS.

“Kami telah berkumpul di sini untuk mengungkapkan rasa jijik kita terhadap pasukan Amerika dan tindakan mereka membakar dan menghina kitab suci kami Al-Quran,” ujar Ihsanullah Hakimi, seorang demonstran dikutip AFP.

Protes itu berkaitan beredar luasnya berita bahwa pasukan pendudukan, sebagai bagian dari 100.000 pasukan pengerahan militer Barat yang dipimpin Amerika di Afghanistan, telah melecehkan kitab suci Al-Quran di provinsi Wardak, sebelah selatan Kabul.

Namun seperti biasa, klaim telah disangkal keras oleh pihak berwenang NATO dan Afghanistan yang mengatakan mereka sedang difitnah sebagai upaya untuk mengobarkan kebencian terhadap Barat.

Masih di hari yang sama, di provinsi Helmand juga digelar unjuk rasa memprotes pembunuhan terhadap pria berusia 65 tahun yang dilakukan tentara pendudukan.

Ratusan penduduk Afghan turun ke jalan di wilayah baratdaya Helmand untuk mengungkapkan kemarahannya akibat pembunuhan tersebut.

Mereka melakukan unjuk rasa di depan kantor gubernur, mereka menuntut pihak yang bertanggungjawab harus dihukum.

Teriakan kemarahan penduduk Afghan menentang kekejian tentara pendudukan yang masih bercokol di Afghanistan terus bergaung keras di seluruh penjuru Afghanistan. Mereka tidak lagi bersimpati kepada Amerika Serikat yang hanya memberikan kepedihan dalam hidup mereka. Mereka menuntut tentara internasional untuk angkat kaki dari Afghanistan.

(haninmazaya/arrahmah.com)

kemanakah umat muslim ???? apakah kita hanya diam....*